Investasi Emas Untung atau Rugi? Ini Faktanya

investasi emas untung atau rugi? ini faktanya

Investasi emas untung atau rugi? Pertanyaan ini pasti muncul di benak banyak orang, terutama ketika harga emas sedang naik turun dan kamu ingin memastikan uangmu “parkir” di tempat yang aman.

Faktanya, investasi emas itu bisa untung, bisa juga rugi, tergantung kapan kamu beli, kapan jual, dan apa tujuan investasimu. Emas memang stabil untuk investasi jangka panjang dan mudah dicairkan kapan saja.

Tapi kalau kamu berharap profit besar dalam waktu cepat, kamu bisa kecewa. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara kerja investasi emas supaya kamu benar-benar cuan, bukan sekadar mengikuti tren. Berikut penjelasannya.

Fakta Keuntungan Investasi Emas

Pada dasarnya, tidak ada investasi yang merugikan selama kamu tahu karakteristik instrumennya dan cara mainnya. Investasi emas sendiri memberikan berbagai keuntungan besar, di antaranya:

1. Harganya Cenderung Naik dalam Jangka Panjang

Jika kita lihat data historis, tren harga emas dalam lima tahun terakhir sangat jelas. Dilansir dari Galeri24, pada 2019, harga emas masih di kisaran Rp673.000–Rp800.000 per gram.

Lalu pada Februari 2025, harganya melonjak menjadi Rp1.657.000 per gram. Artinya, ada kenaikan sekitar 146% dalam lima tahun. Ini bukan angka kecil.

Kenaikan rata-ratanya mencapai 19% per tahun. Jadi, kalau kamu membeli emas pada 2019 dan menjualnya di 2025, potensi keuntungannya terasa sangat signifikan.

2. Anti-Inflasi dan Tahan Resesi

Saat kondisi ekonomi bergejolak, emas biasanya justru naik. Contohnya, ketika IHSG turun sekitar 26% di tahun pandemi 2020, harga emas malah merangkak naik. Di dunia investasi, emas dikenal sebagai safe haven, tempat terbaik untuk menyelamatkan nilai kekayaan.

3. Likuid dan Mudah Dicairkan

Berbeda dengan properti yang butuh waktu lama untuk dijual, emas bisa kamu cairkan hampir kapan saja. Mau dijual di toko emas, Pegadaian, atau marketplace, semuanya cepat dan praktis.

Bukan hanya emas dengan kondisi utuh, emas tanpa surat dan emas rusak juga masih laku di pasaran dengan harga kompetitif. Salah satu tempat jual beli emas tanpa surat resmi yang memberikan harga adil yaitu Beli Emas Indonesia.

4. Bisa Dimulai dari Modal Kecil

Emas fisik bisa kamu beli dari ukuran 0,5 gram. Ada juga emas digital yang bisa dibeli mulai Rp50.000. Jadi, kamu tetap bisa mulai investasi emas meskipun belum memiliki modal besar.

5. Tidak Perlu Biaya Perawatan

Tidak ada biaya admin bulanan saat investasi emas. Kamu cukup beli, simpan sendiri di tempat aman, dan jual saat harga naik.

Paling-paling, kamu perlu bersiap untuk potongan pajak PPh 22 saat buyback di atas Rp10 juta (1,5%), sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81 Tahun 2024. Pajak tersebut langsung dipotong otomatis saat transaksi buyback.

Fakta Risiko Investasi Emas

Tentunya, setiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing. Pada investasi emas, kamu perlu mencermati beberapa risiko berikut ini:

1. Spread Harga Beli dan Jual Cukup Tinggi

Ini salah satu kelemahan utama. Selisih antara harga jual dan harga beli bisa mencapai 10%–12%. Artinya, kamu butuh waktu tertentu sampai mencapai break even. Analisis menunjukkan titik impas emas biasanya di 17–28 hari setelah pembelian, bisa lebih lama jika harga sedang stabil.

2. Risiko Kehilangan

Untuk emas fisik, risiko kehilangan selalu ada, baik karena lupa, hilang, atau dicuri. Itulah mengapa sebagian orang memilih emas digital yang keamanannya sudah ditanggung platform dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Kenaikan Harga Lambat

Emas memang naik, tapi tidak secepat saham atau kripto. Dalam kondisi ekonomi stabil, harga emas hari ini cenderung naik turun dan kadang naik. Jadi emas tidak cocok untuk kamu yang menginginkan keuntungan cepat.

4. Risiko Emas Palsu atau Investasi Bodong

Banyak kasus emas palsu dan skema investasi berkedok emas yang menjanjikan imbal hasil tidak masuk akal. Prinsipnya sederhana, kalau ada yang menawarkan investasi emas dengan keuntungan besar tanpa risiko, maka patut dicurigai.

5. Dampaknya Minim pada Ekonomi Riil

Berbeda dengan investasi bisnis atau saham, emas tidak mendorong pertumbuhan ekonomi langsung. Namun sebagai penyimpan nilai, emas tetap punya fungsi penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Jadi, Apakah Sebaiknya Mulai Investasi Emas?

Jawabannya, iya. Selama kamu memahaminya sebagai investasi jangka panjang, bukan untuk tujuan agar cepat kaya. Emas cocok untuk:

  • menjaga nilai kekayaan,
  • hedging saat ekonomi tidak stabil,
  • dana darurat dalam bentuk aset fisik,
  • diversifikasi portofolio jangka panjang.

Keuntungan emas paling terasa setelah 5–10 tahun karena tren kenaikannya lebih stabil dalam horizon waktu tersebut.

Kalau kamu beli emas hanya untuk dijual bulan depan, kemungkinan besar untungnya kecil. Tetapi kalau kamu simpan bertahun-tahun, potensi cuannya jauh lebih besar.

Tips Investasi Emas agar Untung Maksimal

Setelah paham keuntungan dan risikonya, langkah berikutnya adalah memastikan strategi kamu tepat. Tanpa strategi yang benar, potensi cuan dari emas bisa jadi kurang maksimal. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

1. Pilih Tempat Beli dan Jual yang Resmi

Tempat resmi memastikan emas yang kamu beli benar, takarang, dan bersertifikat. Saat menjual, tempat seperti ini juga memberikan harga buyback yang mengikuti pasar dan menjelaskan potongan secara terbuka, mengurangi risiko dirugikan.

2. Simpan Sertifikat dan Kemasan dengan Sangat Baik

Sertifikat adalah bukti utama keaslian, sementara kemasan, terutama untuk Antam, menjadi faktor penentu harga. Kerusakan kecil saja bisa membuat nilai jual turun 5%–25%, jadi simpan di tempat kering dan aman.

3. Cek Harga Sebelum Beli atau Jual

Harga emas berubah setiap hari. Dengan memantau grafik atau simulasi buyback, kamu bisa menentukan waktu terbaik untuk transaksi dan menghindari salah kalkulasi.

4. Transaksi di Platform Terpercaya

Platform resmi meminimalkan risiko penipuan. Di Beli Emas Indonesia, emas diuji dengan alat XRF yang menampilkan kadar emas langsung di depan kamu, membuat transaksi lebih transparan dan aman, bahkan untuk emas rusak atau tanpa surat.

Scroll to Top